Macam-macam hadis

Macam-macam Hadis

  1. Hadis sahih adalah hadis yang memuat paling sempurnanya sifat yang dapat diterima yaitu ada lima:
    1. Bersambungnya sanad. arti sambung ialah setiap perawi mendengar hadis tersebut dari orang sebelumnya dengan nyata, sedang sebelumnnya mendengar dari orang sebelumnya lagi, dan begitulah seterusnya sampai akhir sanad.

      misal hadis sahih adalah perkataan imam bukhari "Abdullah bin Yusuf bercerita kepadaku : Ia berkata Malik memberi kabar kepadaku dari abi Zanad dari Al A'raj dari Abu Hurairah bahwasanya dia berkata : raslullah SAW bersabda :

      "Makanan dua orang itu mencukupi tiga orang"

      (HR. Bukhari dalam bab "Ath'imah")

      demikian itu adalah sanad muttashil (bersambung). Artinya Imam bukhari benar-benar mendengar hadis tersebut dari Abdullah, Abdullah mendengarnya dari Malik, malik mendengarnya dari Abu Hurairah, dan Abu Hurairah mendengarnya dari Rasulullah SAW.

      Bersambungnya sanad ini menurut adanya perawi pada zaman orang sebelumnya dan wujudnya perawi sebelumnya pada orang sebelumnya lagi sehingga dimungkinkan betul-betul mendengar hadis hadis dari orang sebelumnya serta bertemunya perawi dengan orang sebelumnya.

    2. Ke-adalah-an perawi artinya setiap perawi hadis dalam sanad tersebut betul-betul adil.

      Adil ialah perawinya orang islam, tidak mengerjakan kefasikan dan tidak memiliki sifat-sifat rendah (hina). Maka orang kafir fasik, gila atau orang yang tidak diketahui keadaannya, semua itu bukanlah orang yang adil. Berbeda dengan perempuan, dia bisa diterima riwayatnya kalau ia islam, tidak mengerjakan kefasikan dan selamat dari sifat-sifat rendah. Begitu pula budak jika dia muslim, selamat dari kefasikan dan sifat-sifat yang hina. Dapat pula kita katakan bahwa keadilan perawi ialah bersihnya perilaku dan perbuatannya.

      Syarat ke-adalah-an perawi ini hanya mencakup segi akhlak perawi saja, berarti masih ada syarat untuk segi ilmunya. Sebab belum tentu perawi yang adil, saleh serta mampu menjaga dirinya dari maksiat itu pasti alim, dan cermat dalam riawayatnya, tidak menjamin dia adil, sahih dan bertakwa. Oleh karena itulah ulama menyaratkan dalam diri perawi benar-benar ada sifat lain, yaitu Alim, cermat dan teliti dalam riwayatnya. Syarat ini mereka namakan kesempurnaan dhabith. Dan ini merupakan syarat ketiga dari beberapa syarat hadis sahih.

    3. Kesempurnaan dhabith, yaitu adanya perawi hadis pada martabat yang tinggi, yakni apa yang didengarnya akan selalu tersimpan dalam hatinya yang memungkinkan dia mampu mengeluarkannya kapan saja dia mau. Maka pelupa yang sering salah, tidak memenuhi syarat ini. Begitu pula orang yang daya ingatannya kurang kuat.

    4. Hampir tidak adanya sanad dari syadz. Artinya perawi yang tsiqah tersebut tidak menyalahi perawi lain yang lebih unggul darinya.

    5. Terhindarnya hadis dari illat, artinya didalam hadis tersebut tidak ada illat.

      Illat ialah sifat tersembunyi yang menyebabkan hadis itu cacat dalam penerimaan, sedang lahirnya hadis tadi bebas dari illat.

  2. Hadis Hasan

0 komentar:

Posting Komentar